MAKANAN PALING PANTANGAN BAGI PENDERITA SAKIT ASAM URAT

 INI JENIS MAKANAN PALING PANTANGAN BAGI PENDERITA SAKIT ASAM URAT

Salah satu yang membuat sakit asam urat kambuh adalah makanan yang di makan oleh penderita asam urat. Emping melinjo merupakan salah satu makanan paling pantangan bagi penderita sakit asam urat. Ini karena emping melinjo masuk dalam golongan makanan kacang-kacangan yang dapat memicu sakit asam urat kambuh, karena banyak mengandung zat purin. Bahkan sebagian penderita sakit asam urat tidak bisa jalan kaki karena mata kakinya sakit luar biasa, ada juga yang jari tangannya susah untuk digerakan karena terasa kaku dan sakit. Jika akut, maka untuk membuka dan memasang kancing baju saja susah bukan main dan harus dibantu oleh orang lain. Emping melinjo termasuk makanan yang banyak mengandung zat purin, ini merupakan zat cikal bakal timbulnya kelebihan asam urat di dalam tubuh. Reaksi makan emping melinjo bisa dirasakan beberapa jam kemudian setelah makan, dampaknya sangat kurang baik jika makannya berlebihan melampaui batas wajar.



Emping melinjo merupakan salah satu cemilan yang cukup gurih, sedikit agak pahit, namun sangat disukai oleh banyak orang karena rasanya. Sering dihidangkan bersama dengan nasi goreng, soto betawi, nasi uduk, atau bisa juga dimakan seperti cemilan biasa. Namun bagi penderita asam urat ini merupakan makanan yang memiliki dampak kurang baik. Akibat yang ditimbulkan bisa seketika, atau sehari kemudian setelah makan. Sehingga emping melinjo merupakan salah satu makanan paling pantangan bagi penderita asam urat yang harus dihindari. Penyakit asam urat disebabkan oleh kelebihan zat asam urat di dalam tubuh, ini karena zat purin tidak dapat diurai secara sempurna. Zat purin yang tidak dapat diurai secara sempurna ini karena sistem metabolisme tubuh kurang berfungsi dengan baik. Seiring dengan pertambahan usia, biasanya usia 40 tahun ke atas sistem metabolisme tubuh bekerja semakin menurun, pada usia inilah penyakit asam urat sering timbul.

KAITAN ANTARA PROTEIN, PURIN, DAN ASAM URAT DENGAN GOUT ARTRITIS

Masyarakat umumnya sudah mengenal zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia, yaitu karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin. Dilihat dari besaran molekulnya, ada zat gizi yang molekulnya besar atau zat gizi molekul makro (karbohidrat, lemak, protein) dan zat gizi molekul mikro (mineral, vitamin).
Zat gizi molekul makro (karbohidrat, lemak, protein) harus dicerna dahulu agar dapat diserap, sedangkan zat gizi molekul mikro (mineral, vitamin) dapat langsung diserap.
Namun ada lagi satu zat (dianggap bukan zat gizi) yang molekulnya makro yaitu ASAM NUKLEAT (DNA, RNA). Keberadaan asam nukleat ini umumnya berikatan dengan protein sehingga disebut NUKLEO-PROTEIN. Dengan demikian maka makanan sumber protein juga sekaligus sebagai sumber asam nukleat.
Asam nukleat karena molekulnya besar (seperti zat gizi molekul makro) harus dicerna menjadi komponen-komponen penyusunnya, antara lain PURIN. Kemudian purin diserap melalui dinding usus, didistribusikan ke sel-sel, mengalami metabolisme untuk dibentuk kembali menjadi DNA dan RNA. Kelebihan purin akan dipecah menjadi asam urat. Sekitar sepertiga asam urat digunakan sebagai antioksidan dan dalam proses regenerasi sel-sel tubuh. Setiap regenerasi sel tubuh memerlukan asam urat. Sedangkan antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Semakin banyak radikal bebas maka diperlukan semakin banyak asam urat. Namun semakin banyak asam urat mempunyai risiko untuk terserang GOUT ARTRITIS, yaitu penumpukan kristal asam urat di persendian, terutama di kaki dan tangan.
Kadar asam urat normal untuk laki-laki dewasa adalah sekitar 3,4 – 7,0 mg/dl, dan untuk perempuan dewasa adalah sekitar 2,4 – 5,7 mg/dl. Nilai ini adalah nilai batas normal kandungan asam urat dalam tubuh. Kondisi kandungan asam urat dalam darah melebihi batas normalnya disebut sebagai HIPERURISEMIA.
Kelebihan asam urat di dalam tubuh akan dibuang melalui ginjal. Jika ginjal mengalami gangguan sehingga tidak mampu membuang limbah asam urat maka akan terjadi hiperurisemia. Pada waktu kelarutan asam urat dalam darah sangat jenuh maka mudah untuk berubah menjadi kristal urat, terkumpul di persendian (terutama tangan dan kaki) menjadi GOUT ARTRITIS.

Beberapa penyebab hiperurisemia, antara lain :

1. Gangguan metabolisme purin bawaan.
2. Genetika (ada riwayat keluarga)
3. Konsumsi makanan sumber protein (nukleoprotein) yang berlebihan.
4. Kurang minum air.
5. Kurang berolah raga atau olah raga terlalu berat.
6. Kegemukan/obesitas
7. Obat-obatan tertentu (golongan pirazinamid, salisilat)
8. GANGGUAN FUNGSI GINJAL
Perlu diingat bahwa TIDAK SEMUA sakit di persendian adalah Gout Artritis. Jika terdapat sakit di persendian janganlah langsung minum obat anti asam urat sesuai anjuran teman atau tetangga, tetapi konsultasilah ke dokter agar dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sakit sehingga dapat diatasi masalahnya secara tepat. Obat-obat penurun asam urat dapat saja mempunyai efek samping, antara lain gangguan ginjal.

SARAN – SARAN UNTUK MENCEGAH HIPERURISEMIA BERLEBIHAN:

1. Konsumsi sumber protein (daging, jeroan, seafoods, kacang, tempe, tahu) secukupnya, jangan berlebihan karena sumber protein juga merupakan sumber asam nukleat (nukleoprotein) dan sumber purin.
2. Hindari atau paling tidak batasi asupan makanan yang mengandung radikal bebas, seperti makanan yang digoreng berkali-kali, minyak goreng yang digunakan berkali-kali, masakan yang berminyak kental, bersantan kental. Radikal bebas akan merangsang terbentuknya asam urat yang berlebihan.
3. Konsumsi cairan yang cukup (2 – 3 L per hari), terutama dari minuman, dapat membantu pengeluaran asam urat sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
4. Sayuran dan buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, jambu air, maupun buah lainnya sangat baik dikonsumsi. Pada umumnya, buah yang banyak airnya sangat sedikit mengandung purin.
5. Jika kadar asam urat darah di atas normal lakukanlah pemeriksaan/test fungsi ginjal (test lab, USG, dll).